Jumat, 30 Desember 2011

PENDIDIKAN AGAMA KRISTENAN " ANAK ".

 “ PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN  “
 “ ANAK. “
Oleh :       Pdt.  Robby Elisa , MA.
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN.
1.   Menurut  UU RI No. 2 thn 1989  :
“ Usaha bersama untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaan, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang “ .
2.   PAEDAGOGIEK ( Ynn )
“ Pais “  :  Anak.  “ Gogos “   :  “  Membimbing, menuntun, mengarahkan  “. “ Iek “  :  Ilmu. Artinya  :  “ Ilmu yang membicarakan bagaimana cara memberikan bimbingan kepada anak “
3.   EDUCATION ( Ingg ), EDUCARE ( Latin ).
“ Ek  “  :  Keluar, “  Ducare  “  : “  Mengantar membimbing, mengarahkan, memimpin  “.  Artinya, “ Mengantar anak / nara didik atau membawa keluar yang tersimpan dalam jiwa anak untuk di tuntun agar tumbuh dan berkembang ke arah yang benar “  

B. PENGERTIAN PAK.
“ Usaha sadar secara berencana dan kontinue untuk mengembangkan para siswa, - melalui pertolongan Roh Kudus - , akan kasih Allah dalam Yesus Kristus yang dinyatakan-Nya dengan cara kehidupan sehari-hari dengan sesama dan lingkungan “

C. ARTI PAK.
1.   Pendidikan yang menuju pada proses kedewasaan yang berpusat kepada Yesus Kristus.
2.   Menuntun keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, bertumbuh melalui firman Tuhan dan berbuah dalam perbuatan baik ( II Timotius 3 : 15 – 17 ).
3.   Program pengkaderan.
4.   Sarana untuk melengkapi seluruh warga jemaat bagi pelayanan,
5.   Merupakan tanggung jawab pemimpin jemaat.

D. PENGERTIAN PENGAJAR.
1.   Mentransfer pengetahuan / pandangan / doktrin atau theologia kepada peserta didik.
2.   Usaha untuk menolong peserta didik demikian rupa sehingga dapat menemukan konsep diri secara benar.
3.   Mengelola atau mengatur situasi sedemikian rupa agar peristiwa belajar dapat terjadi dengan baik.

E. ALLAH SEBAGAI PENGAJAR.
1.   Allah berkomunikasi kepada manusia dengan berbagai macam cara sepanjang mas ( Ibrani 1 : 1 – 3 )
2.   Allah adalah pengajar yang tiada taranya ( Ayub 36 : 21, 22, Yesaya 40 : 14 )
3.   Allah mengajari manusia agar memiliki pengetahuan ( Mazmur 94 : 10 )
4.   Kejadian 2 : 16, 17, 5 : 22 – 24 .

F.  MENGAJAR ADALAH AMANAT DARI ALLAH.
1.   Ajarlah ( Ulangan 6 : 4 – 7 )
2.   Didiklah ( Amsal 22 : 6 )
3.   Taruhlah dalam hati ( Ulangan 11 : 18, 19 )

G. ANAK MEMBUTUHKAN JURUSELAMAT.
1.   Anak dapat terhilang ( Matius 18 : 6, Wahyu 20 : 11, 12, Kejadian 8 : 21 )
2.   Anak dapat percaya ( Matius 18 : 3, Markus 10 : 15, II Timotius 3 : 15 )
3.   Anak sangat berharga dimata Tuhan Allah.

H.MENGAJAR ANAK BERDAMPAK BESAR.
1.   Anak dapat memuliakan Tuhan ( Mazmur 8 : 3, Matius 27 : 15, 16 )
2.   Anak tidak dapat mundur ( Amsal 22 : 6 )
3.   95% hamba-hamba Tuhan dan Missionaris dari sekolah minggu.
4.   85% pelayan Tuhan secara umum dari sekolah minggu.
“ Karena orang dewasa adalah tiang gereja, pemuda adalah tiang gereja esok, anak-anak adalah tiang gereja lusa “

HAL SEHARI-HARI YANG BERDAMPAK KEPADA ANAK  :
a.   Anak yang hidup dengan kecaman akan belajar mencela.
b.   Anak yang hidup dalam suasana permusuhan akan belajar bertengkar.
c.    Anak yang hidup dengan ejekan akan menjadi pemalu.
d.   Anak yang hidup dalam suasana iri akan menjadi pembenci.
e.    Anak yang hidup dengan dukungan akan belajar untuk percaya diri.
f.     Anak yang hidup dalam suasana adil akan bersikap adil.
g.   Anak yang hidup dengan pujian akan belajar untuk menghargai.
h.   Anak yang hidup dengan rasa aman akan mempunyai iman.

I.   PANDANGAN ALLAH TERHADAP ANAK-ANAK.
1.   Mazmur 127 : 3 – 5a.
“ Sesungguhnya anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak panah di tangan pahlawan “
2.   Kejadian 21 : 6, 7.
“ Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya “
3.   Yesaya 8 : 18.
“ Sesungguhnya aku dan anak-anak yang telah diberikan Tuhan kepadaku “
4.   Yesaya 29 : 22, 23.
“ ... keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku... “
5.   Matius 19 : 13, 14.
“ Lalu orang membawa anak-anak kecil itu kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka “
6.   Markus 9 : 36, 37.
“ Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya ditengah-tengah mereka, kemudia memeluk anak itu... “
7.   Lukas 18 ; 17.
“ Sesungguhnya barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil , ia tidak akan masuk kedalamnya “
8.   KPR 2 : 38, 39.
“ Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita “
9.   I Yohanes 3 : 1a.
“ Lihatlah, betapa besarnya yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita di sebut anak-anak Allah “

                                      Oleh :       Pdt.  Robby Elisa , MA.

HOMILITIKA

“  HOMILITIKA  “
Oleh :       Pdt.  Robby Elisa , MA.
I.           ARTI HOMILITIKA.
Homilia ( Ynn )   :   “ Pidato, berbicara, percakapan, komunikasi, ceramah, menyampaikan, membandingkan  “ .
Secara umum, “ Homilia “ adalah “ SENI MENGURAIKAN AYAT-AYAT FIRMAN ALLAH “.

II.         ASAL-USUL HOMILITIKA.
Dalam Alkitab  :
1.  Nyanyian atau  ucapan  Musa ( Ulangan fsl 32, fsl 33.
2.  “ Kami katakan “ ( Kejadian 44 : 16, 17 )
3.  “ Perkataan “ ( Matius 7 : 28, 29 )
4.  “ Mengajar “ ( Markus 1 : 22 )
5.  “ Berkata “ ( Yohanes 7 : 46 )

III.      PENGHALANG ATAU PENGHAMBAT KHOTBAH.
1.  Takut kepada manusia. ( I Yohanes 4 : 17, KPR 4 : 13 )
2.  Malas, seperti  :
a.  Tidak berakal budi ( Amsal 24 : 30 – 34 )
b.  Tidak mempersiapkan diri ( Amsal 20 : 4 )
c.  Tidak mau mengatasi keseganan untuk belajar ( Amsal 15 : 19 )
d. Perusak ( Amsal 18 : 9 )
3.  Keinginan pribadi.
Cara mengatasinya  :
a.  Dengarkan peringatan Yesus ( Markus 4 : 21 )
b.  Ikuti teladan Yesus ( I Yohanes 3 : 16 )
c.  Lihat tekad Tuhan Yesus menyelamatkan dunia ( Matius 27 : 42 )
d. Lihat teladan para Rasul ( Filipi 3 : 7, 8 )
4.  Kurang percaya akan karya Tuhan.
5.  Dosa yang tersembunyi.
6.  Suka berdebat.
7.  Mencari popularitas pribadi.

IV.      GARIS BESAR SUSUNAN KHOTBAH.
1.  Ada thema khotbah.
Judul khotbah harus positif.
2.  Pendahuluan khotbah atau introduksi.
a.  Ilustrasi.
b.  Maksimal 15 menit.
3.  Tubuh  ( isi ) khotbah.
Cukup 3 – 5 bagian.
4.  Penutup khotbah atau penerapan.

V.         RAHASIA MEMBUAT THEMA.
1.  Dari garis besar khotbah.
2.  Pernyataan isi khotbah.
3.  Dari ayat yang akan dikhotbahkan.
4.  Praktis, ringkas, cukup pendek.
5.  Cukup sederhana.
6.  Mudah dipahami.
7.  Harus selaras dengan khotbah.
8.  Mudah dipahami si pengkhotbah.
9.  Memiliki tujuan tertentu.

VI.      SUSUNAN KHOTBAH BIOGRAPHY
1.  Masa lampau.
2.  Masa kini.
3.  Masa datang.

“  NATS  “
I.           ARTI NATS.
Nats  :  “ Pokok pembicaraan yang akan dikhotbahkan “.
1.  Ayat mas.
2.  Teks.
Tekstus ( Ynn ), Tekstur ( Ing ) :  Anyaman , pintal, susunan, bunyi,  ayat, wejangan.

II.         PROSES PENCARIAN NATS.
1.  Mohon pimpinan Roh Kudus.
2.  Titik awal khotbah,
3.  Buat cataan Nats yang akan dikhotbahkan.
4.  Harus diambil dari firman Tuhan.
5.  Praktis.
6.  Transparan dan dimengerti jemaat.
7.  Sesusai dengan kebutuhan jemaat.

III.      SEJARAH SINGKAT PENCARIAN NATS.
1.  Nehemia 9 : 3.
2.  Lukas 4 : 16 – 22.
3.  KPR 13 : 15.
4.  Martin Luther.
“ Khotbah firman Tuhan harus dari firman Tuhan “
5.  Oregenes.
6.  Yustinus Martyr.
7.  Agustinus.

IV.      FAKTOR YANG DIHINDARI DALAM MENCARI NATS.
1.  Hindari Nats yang aneh, sukar dan belum dikuasai yang tidak sesuai dengan konteks.
2.  Jangan memilih Nats yang dapat membuat jemaat menjadi ragu.
3.  Hindari penggunaan Nats dengan cara memotong-motong ayat firman Tuhan.

V.         SARAN PRAKTIS DALAM PENYAMPAIAN KHOTBAH.
1.  Bahasa khotbah sederhana dan mudah dipahami.
2.  Terang dan jelas.
3.  Gunakan kalimat praktis dan jelas.
4.  Intonasi yang seimbang.
5.  Awali khotbah dengan wajah yang ramah.
6.  Gunakan bahasa tubuh yang sesuai.
7.  Bersemangat.
8.  Pandangan mata kepada jemaat secara menyeluruh.
9.  Perhatikan reaksi jemaat saat berkhotbah.

VI.      TUJUAN KHOTBAH.
1.  Mempertemukan orang kepada Yesus Kristus.
2.  Unsur Injil.
3.  Unsur kasih.
4.  Unsur pelayanan.
5.  Unsur membangun kerohanian.
6.  Menguatkan iman jemaat.
7.  Unsur etika.
8.  Unsur dogmatika atau doktrin.

VII.    BAGAIMANA MEMULAI KHOTBAH.
1.  Mohon pimpinan Roh Kudus.
2.  Menguasai materi khotbah.
3.  Buat ringkasan.
4.  Kumpulkan data-data.
5.  Gunakan buku-buku referensi yang mendukung.

VIII. BAGAIMANA MENGAKHIRI KHOTBAH.
1.  Kesimpulan yang baik.
2.  Penerapan kata-kata yang jelas.
3.  Pertanyaan yang menantang kerohanian.
4.  Hindari gagasan atau ide materi yang baru.
                                    Oleh :       Pdt.  Robby Elisa , MA.